Minggu, 26 Agustus 2012

Casey Stoner mengakui bahwa peluangnnya untuk mendapatkan gelar juara dunia telah lenyap


Ceko, KomasOtomotif - Casey Stoner mengakui bahwa peluangnnya merebut gelar juara dunia 2012 sudah "tamat". Pernyataan ini disampaikan berkaitan dengan absennya pebalap tim Repsol-Honda itu di ajang MotoGP di Ceko, minggu (26/8) karena cedera pada pergelangan kaki akibat terjatuh saat babak kualifikasi di Indianapolis, Amerika, pekan lalu.


Juara dunia dua kali ini tidak bisa tampil karena harus pulang ke kampung halaman (Australia) untuk menjalani operasi. Ia akan menjalani masa pemulihan yang panjang. Karenanya, peluang menyandang mahkota juara dikatakannya sudah selesai. "Ini berita yang mengecewakan dan kejuaraan buat saya sudah selesai," ujar Stoner dalam jumpa wartawan di sirkuit Brno jelang berangkat ke Australia, kemarin. Dikatakannya, dirinya tidak tahu kapan akan kembali lagi ke lintasan balap sampai benar-benar sembuh. Bahkan ketika berlaga di Indianapolis, dirinya menggunakan boot yang sudah dimodifikasi agar tidak terasa nyeri. Malah, jelang lomba pergelangan kaki disemprot oleh obat penghilang rasa nyeri.

Bahkan ketika berlaga di Indianapolis, dirinya menggunakan boot yang sudah dimodifikasi agar tidak terasa nyeri. Malah, jelang lomba pergelangan kaki disemprot oleh obat penghilang rasa nyeri. Stoner mengatakan kalau ia telah memilih untuk operasi sebelum event di Brno, namun setelah dinasehati, sebaliknya ia tetap balap mengakibatkan cederanya kian parah. "Biasanya dokter saya tidak masalah saya membalap dalam kondisi cedera. Namun, begitu ia membaca laporannya, dia (dokter) menyarankan untuk tidak balap di Indianapolis," sebut Stoner. Apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur, pemaksaan membuatnya gagal naik podium dan hanya finis keempat. Stoner belum tahu kapan ia bisa kembali ke trek balap, tapi dirinya berharap paling tidak dua seri jelang di Philip Island (Australia) sudah dapat membesut RC213V. 

rangga bahtera

Subhan Aksa mendongkrak posisinya


TRIER, KOMPAS.com -- Setelah berjuang keras di tiga etape khusus pada Reli Jerman, Sabtu (25/8) di Trier, pereli Indonesia, Subhan Aksa mendongkrak posisinya, dari urutan keempat menjadi ketiga. Di ajang yang sama tetapi di kelas berbeda, Rifat Sungkar berhasil merebut posisi kedua.



Subhan yang berlaga di kategori Production World Rally Championships (PWRC) mampu merebut posisi keempat di akhir hari pertama, Jumat (24/8/2012) atau di etape khusus keenam.Subhan yang sempat mengalami gangguan rem karena terlalu panas, akhirnya memilih strategi moderat dengan menjaga kecepatan di batas aman dan memilih ban lunak untuk mengantisipasi jalan yang licin karena hujan. Strategi itu ternyata tepat. Jalanan sangat licin karena basah. Namun, Subhan tidak mengalami masalah karena daya cengkeram ban cukup baik dan kecepatan yang diatur sehingga tidak menyulitkan saat pengereman.


Di sisi lain, rival-rival Subhan justru mengalami beberapa masalah di tikungan karena strategi kecepatan yang tidak tepat. Kondisi itu menguntungkan Subhan. Pereli berusia 26 tahun itu berhasil finis dengan catatan waktu tercepat di SS7 dengan 18 menit 29,7 detik. Subhan mengalahkan pemimpin klasemen Michal Kosciuszko (Polandia) dengan selisih 3,4 detik.

Benito Guerra (Meksiko) yang menempati posisi kedua klasemen justru terpuruk di urutan keenam karena menggunakan ban keras yang tidak cocok untuk melaju di jalanan basah.
Memasuki SS8 Peterberg sejauh 9,37 kilometer, Subhan lebih percaya diri dan memacu mobil Mitsubishi Evolution X-nya dengan sangat cepat. Taktik untuk langsung tancap gas itu kembali membuat Subhan menjadi yang tercepat. Pereli yang bernaung di Bosowa Rally Team itu mencatat waktu enam menit 13,8 detik. "Sebenarnya kami berjudi dengan pilihan ban itu, tetapi terbukti tepat. Saya bersyukur dengan hasil ini," tutur Subhan.

Dengan hasil tersebut, Subhan langsung naik dari posisi keempat ke posisi ketiga klasemen sementara, menggusur Marcos Ligato (Argentina). Kosciuszko naik dari urutan kedua menjadi pertama, menggusur Guerra yang dominan di hari pertama. Di SS9 Arena Panzerplatte sejauh 46,54 kilometer, Subhan masih menggunakan ban lunak. Di etape khusus ini, Kosciuszko menjadi yang tercepat dan diikuti oleh Guerra dan Subhan ketiga.







rangga bahtera

Tiga Pemuda Hilang Terseret Arus Sungai Brantas


Dari Kompas.com

Tiga pemuda asal Dukuh Pakis, Surabaya tenggelam saat berenang di Sungai Brantas Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri Jawa Timur, Sabtu (25/8/2012) petang. Hingga Sabtu malam petugas penyelamat dari tim SAR Brimob maupun elemen lainnya diterjunkan untuk melakukan pencarian.

Kepala Polsek Purwoasri, Ajun Komisaris Sartana mengatakan, kejadian tersebut bermula saat para korban; Bram Yudi P (19), Dicky (19), serta Gilang (15), tengah berenang di Sungai Brantas, tepatnya di bawah Jembatan Mekikis, bersama 5 orang rekan lainnya. Lalu salah satu dari mereka hanyut terbawa derasnya arus sungai terpanjang kedua di Jawa Timur ini.

Melihat ada yang hanyut, seorang teman berupaya menolongnya dengan berenang mengejarnya. Namun upaya penyelamatan itu gagal dan membuatnya turut hanyut. Satu lagi rekannya yang menyusul untuk memberikan bantuan juga mengalami hal yang sama, hanyut. Tak berselang lama ketiganya akhirnya hilang.


"Jadi awalnya satu yang hanyut, lalu dua lainnya berupaya menolongnya tapi gagal dan turut menjadi korban," kata AKP Sartana yang dihubungi melalui sambungan telepon.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti nasib ketiga pemuda itu. Petugas dibantu warga masih terus melakukan pencarian dengan menyisir di sekitar lokasi kejadian.





rangga bahtera